Sabtu, 03 November 2012

Sambungan Cerita Gantungan Baju Buya

  
 Kemudian saya bukakan pintu kamar saya. "Selamat malam, maaf mengganggu, bisa minta waktu anda sebentar?" kata orang itu. "Maaf, anda siapa ya?" kata saya. Lalu orang itu menjawab, "Perkenalkan nama saya Sulam. Saya atasan dari staf protokoler". Lalu saya berkata, "Oh.. Ya.. Silahkan masuk pak..". Kemudian saya persilahkan masuk orang tersebut.
     "Anda yang kemaren datang ke acara peresmian Universitas  bersama Pak Mentri itu kan? kata Pak Sulam.
    "Iya.. Ada apa ya pak.." kata saya.
    Orang itu menjabat tangan saya sambil berkata, "Selamat pak, anda mendapat amanah dari saya untuk memelihara dan melestarikan serta menjaga Universitas tersebut.". Dengan wajah kaget saya menjawab, "Hah? Yang benar pak?"
    Pak Sulam menjawab, Iya benar pak. Sebadai tanda buktinya, anda bisa membaca berkas-berkas ini dan menandatanganinya.
   Dengan hati yang berdebar-debar, sayapun membaca berkas-berkas tersebut. Lalu saya berkata, "Sebelum saya menanatangani berkas-berkas ini, saya ingin bertanya, mengapa saya diamanahi untuk menjaga Universita itu. Bukankah anda baru melihat saya?". Dengan tersenyum lebar, orang itu menjawab, "Anda memang baru melihat saya, tetapi saya sudah lama melihat anda. Anda orang yang rajin, bertanggung jawab dan dapat dipercaya dalam bekerja. Saya yakin, dengan kejujuran anda itu, anda dapat menjaga dan melestarikan Universitas tersebut dengan baik."
   Saya terdiam sejenak, ingatan saya tiba-tiba terpikir dengan gantungan baju Buya. Pak Sulam berkata, "Bagaimana pak? .. Pak.. Pak Rustam... "
   "Iyaa.. pak.." kata saya dengan kaget.
    Pikiran saya langsung buyar ketika disadarkan oleh Pak Sulam.
    "Saya sangat senang bila anda mau bersedia menerima amanah ini" kata Pak Sulam. Lalu saya menjawab, "Baiklah, saya bersedia menerimanya. Terima kasih atas kercayaan yang telah diberikan kepada saya. Semoga Allah selalu memberi petunjuk dan bimbingan kepada saya dalam memegang amanah dan menjalankan tugas ini. Dan semoga anda mendapatkan balasan yang lebih lagi dari Allah SWT.". Kemudian Pak Sulam menjawab, "Amiiiiin.. Terima Kasih atas doanya. Berhubung waktu sudah larut malam dan saya
pun sudah mulai mengantuk. Saya cukupkan pembicaraan kita ini. Selamat tidur dan sampai berumpa besok lagi. Assalamualaikum Warohmaullohi Wabarokatuh". Lalu saya menjawab, "Walaikum salam Warohmatullohi Wabarokatuh".
   Setelah Pak Sulam pulang, sayapun langsung berbaring dikamar. Saya terpikir kembali kata-kata yang selalu diucapkan oleh Buya, yaitu "Kalau saya bermalam di kampung ini, dimana pula saya akan menggantungkan baju?". Setelah lama berpikir, Akhirnya saya tau, bahwa maksud dari kata Buya itu adalah dimana dia akan mendapatkan kepercayaan dari salah satu penduduk tersebut? Karena belum tentu orang yang mau memberi penginapan itu berhati yang iklas dan jujur. Jadi, maksud dari gantungan baju itu adalah sebuah kepercayaan atau kejujuran.